Besuk, (11/05/2026) — Rapat Kerja (RAKER) I PAC JQH-NU Kecamatan Besuk tidak hanya menjadi forum silaturahmi dan penguatan nilai Qur’ani, tetapi juga menghasilkan sejumlah program kerja strategis yang akan menjadi pedoman gerak organisasi selama masa khidmat 2026–2031. Program-program tersebut dirumuskan secara komprehensif oleh tiga komisi, sejalan dengan tema besar “Merajut Nada, Mengikat Ukhuwah, Menjaga Kalamullah”.
Penguatan Tilawah dan Tahfidz Jadi Fokus Utama
Pada Komisi A, PAC JQH-NU Besuk menetapkan penguatan kualitas bacaan Al-Qur’an dan hafalan sebagai prioritas utama. Program yang dirancang antara lain Pembinaan Tilawah Klasikal yang akan dilaksanakan secara rutin sebulan sekali setiap hari Jumat. Kegiatan ini menyasar santri TPQ dan qari’ binaan agar memiliki bacaan yang sesuai kaidah tajwid dan tartil.
Selain itu, Komisi A juga menetapkan Pembinaan Qira’atus Sab’ah sebagai upaya kaderisasi qari’ tingkat lanjut, serta Khotmil Qur’an rutin yang direncanakan berlangsung setiap bulan sebagai sarana spiritual dan penguatan ukhuwah para pecinta Al-Qur’an.
Sebagai program unggulan tahunan, PAC JQH-NU Besuk juga akan menggelar MTQ dan MHQ dengan kategori Tilawah, 1 Juz, dan 5 Juz, berkolaborasi dengan TPQ dan pondok pesantren se-Kecamatan Besuk.
Pendataan dan Pembinaan Lembaga Qur’ani
Melalui Komisi B, PAC JQH-NU Besuk menaruh perhatian pada penguatan kelembagaan. Program utama yang disepakati adalah pendataan TPQ dan pondok pesantren se-Kecamatan Besuk, baik yang aktif maupun yang tidak aktif. Pendataan ini akan menjadi basis data resmi organisasi dalam menyusun kebijakan pembinaan berkelanjutan.
Komisi ini juga merancang Workshop Guru TPQ dan Ponpes Metode Tartila yang dijadwalkan terlaksana setahun sekali. Workshop ini bertujuan meningkatkan kompetensi ustadz dan ustadzah dalam metode pembelajaran Al-Qur’an yang sistematis dan seragam.
Di bidang publikasi dan dakwah, Komisi B melalui Lembaga Ta’lif wan Nasyr menggagas Portal Digital PAC JQH-NU Besuk, meliputi pembuatan dan pengelolaan website resmi serta media sosial. Program ini diperkuat dengan pembentukan Warta PAC JQH-NU Besuk sebagai media rilis berita kegiatan dan syiar digital Qur’ani berbasis konten edukatif.
Tafsir, Kaligrafi, dan Tartila Sebagai Penopang Mutu
Sementara itu, Komisi C merumuskan program untuk menjaga kedalaman pemahaman dan estetika Al-Qur’an. Di bidang Tafsir, dirancang pembinaan MFQ dan MSQ yang dilaksanakan menjelang seleksi Musabaqah tingkat kabupaten dengan berkoordinasi bersama pondok pesantren.
Pada bidang Kaligrafi (MKQ), pembinaan akan dilakukan sebulan sekali, terintegrasi dengan kegiatan tilawah, sebagai ruang pengembangan bakat seni tulis Al-Qur’an bagi santri.
Adapun di sektor Tartila, PAC JQH-NU Besuk akan memfasilitasi pengadaan buku dan seragam Tartila guna menunjang keseragaman metode dan identitas peserta pembinaan Al-Qur’an.
Komitmen Mengawal Program Kerja
Ketua PAC JQH-NU Besuk, Ust. H. Nurullah Amali, M.Pd., menegaskan bahwa seluruh program kerja hasil RAKER I bukan sekadar agenda formal, melainkan ikhtiar nyata dalam menjaga marwah Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Program-program ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Inilah wujud khidmah kita sebagai Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh untuk memastikan Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi dipahami, dijaga, dan diwariskan,” tegasnya.
Dengan ditetapkannya program kerja ini, PAC JQH-NU Besuk optimistis mampu memperkuat pembinaan Al-Qur’an yang terstruktur, mempererat ukhuwah antarlembaga, serta menghadirkan dakwah Qur’ani yang relevan dengan tantangan zaman.